Langsung ke konten utama

5 Wisata Religi di Tanah Jawa Cocok Dikunjungi saat Momen Maulid Nabi Muhammad


Kompleks Masjid dan Makam Sunan Ampel di Surabaya (Newsjid)

MAULID Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam diperingati tiap 12 Rabiul Awal tahun Hijriah, untuk mengenang sekaligus mempertegas bahwa Rasulullah adalah teladan bagi umat manusia.

Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi unik masing-masing dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad. Mereka biasanya menyesuaikan dengan budaya daerah masing-masing. Maulid Nabi tentu saja jadi ajang mempererat ukhuwah dan silaturahmi.

Selain itu bulan Maulid Nabi bisa dimanfaatkan untuk melakukan  wisata religi atau ziarah.

 

Berikut daftar 5 destinasi wisata religi di Pulau Jawa yang mungkin bisa Anda kunjungi saat momen maulid Nabi :

1. Makam Sunan Giri

Di hari-hari biasa komplek pemakaman Sunan Giri bisa dibilang tidak pernah sepi peziarah. Salah satu wali songo ini mempelajari dakwah islam dari Sunan Ampel. Selanjutnya ia berdakwah dengan media lagu permainan anak-anak. Sunan Giri meninggal pada tahun ke-150 dan dimakamkan di Desa Giri, Gresik, Jawa Timur.


2. Makan Sunan Gresik

Syekh Maulan Malik Ibrahim atau dikenal sebagai Sunan Gresik merupakan Wali Songo yang memiliki nasab atau keturunan Nabi Muhamad SAW dari Husain bin Ali Ra. Beliau menggunakan strategi dakwah lewat jalur niaga atau perdagangan. Sunan Gresik meninggal pada tahun 1419 dan dimakamkan di Desa Gopurosukolilo, Jalan Malik Ibrahim. Lokasi makam sunan gresik berada tidak jauh dari alun-alun kota gresik, sehingga mudah di akses.


3. Makam Sunan Ampel

Sunan Ampel merupakan pendiri pesantren Ampeldeta di Surabaya yang merupakan pesantren tertua di Jawa. Sunan Ampel dimakamkan di sebelah barat masjid Ampel Surabaya yang kini menjadi salah satu wisata religi di Indonesia. Di masjid Ampel ini kaum Muslimin tidak hanya bisa berziarah namun berbelanja kebutuhan religi lainnya.


4. Makam Sunan Bonang

Sunan Bonang merupakan salah satu Wali Songo yang terkenal dengan strategi dakwahnya melalui media seni. Beliau melarang Islam melalui wayang, tembang, dan sastra sufistik.

Makam Sunan Bonang berada di Dukuh Kauman Kabupaten Tuban. Sebagai salah satu wisata religi Indonesia Makam Sunan Bonang tidak pernah sepi peziarah.

Kompleks Makam Sunan Bonang menyuguhkan berbagai keunikan. Mulai dari cungkup makam Sunan Bonang dengan desain menarik, gapura masuk dengan corak Hindu-Buddha hingga bersebelahan langsung dengan Masjid Astana Bonang.


5. Makam Suna Drajat

Sunan Drajat dikenal sebagai salah satu pemimpin yang menjunjung tinggi kesejahteraan umat. Strategi dakwah yang digunakan Sunan Drajat adalah pendidikan akhlak kepada masyarakat.

Makam Sunan Drajat terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan. Saat ini makam Sunan Drajat dijadikan wisata religi yang selalu ramai.

Di kompleks makam Sunan Drajat terdapat sumur tua yang dipercaya telah ada sejak masa kepemimpinan Sunan Drajat.

 

Artikel ini telah dunggah di Okezone.com:

https://travel.okezone.com/read/2022/10/08/408/2683118/5-wisata-religi-di-tanah-jawa-cocok-dikunjungi-saat-momen-maulid-nabi-muhammad

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Tradisi Bangkawan, Pembangunan 'Rumah Tengkorak' Suku Dayak di Tanah Borneo

Rumah Adat Dayak (Foto: Folksofdayak)   Indonesia  merupakan negara yang kaya akan budaya dan suku bangsa. Salah satu suku yang ada di Indonesia adalah Suku Dayak. Suku Dayak merupakan suku asli Kalimantan yang memiliki beragam tradisi dan adat yang mungkin terkesan menyeramkan. Suku Dayak dikenal memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah tradisi membangun rumah tengkorak yang disebut dengan Bangkawan. Dikutip  Okezone  dari berbagai sumber, Bangkawan merupakan sebuah tradisi Suku Dayak. Tradisi atau kebiasaan ini tentu memiliki makna tersendiri bagi suku Dayak. Meskipun tradisi atau kebiasaan ini terkesan mengerikan nyatanya tidak semua suku Dayak menjalaninya. Tradisi ini hanya dijalani oleh suku Dayak Dusun yang berada di Kalimantan Utara. Setiap desa yang ada di Kalimantan Utara ini memiliki rumah kecil dan dibangun sebagai rumah Bangkawan yang diisi oleh tengkorak dari penduduk setempat. Konon katanya, rumah yang terbuka pada bagian depannya...

5 Gunung Cantik Dekat Bogor yang Jadi Incaran Pendaki, Mana Favoritmu?

Gunung Gede Pangrango (Foto: cianjurkab.go.id) BOGOR , Jawa Barat merupakan destinasi wisata favorit masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Pemandangan alam yang indah dengan nuansa pegunungan yang asri dan sejuk jadi salah satu daya pikat wisatawan menjadikan Bogor sebagai lokasi melepas penat.   Kawasan Bogor punya beberapa gunung cantik dengan keindahan yang memesona. Gunung-gunung tersebut juga jadi incaran pendaki. Berikut 5 gunung dekat Bogor. 1. Gunung Pangrango Pangrango merupakan gunung api setinggi 3.019 Meter di Atas Permukaan Laut (MDPL), tapi belum pernah meletus, sehingga puncaknya yang mendaki masih terlihat mulus. Puncak Mandalawangi jadi spot incaran pendaki. Selain lembah, di sekitar Pangrango juga terdapat beberapa objek wisata terkenal, seperti Telaga Biru dan Canopy Trail. Pangrango bisa dibilang masih sepaket dengan Gunung Gede, karena memiliki jalur pendakian yang sama untuk menuju puncak, yang membedakan hanyalah belokan di pertigaan. 2.Gunung Ged...

7 Hewan di Indonesia Paling Suka Begadang, Nomor 2 Dikenal Sangat Licik

Rakun, salah satu hewan yang paling suka begadang dan dikenal licik (Foto: iLUXimage/Shutterstock)   Beberapa   jenis mamalia atau unggas terkadang melakukan aktivitas pada malam hari. Spesies ini disebut dengan hewan nokturnal. Hewan nokturnal adalah hewan yang pada dasarnya melakukan aktifitas di malam hari. Berwujud predator dan mangsa, hewan ini memiliki ciri khusus seperti jari-jari yang sangat gesit, mata yang refleksi, dan kemampuan terbang tanpa suara.  Makhluk-makhluk ini tumbuh subur di habitat malam mereka, dan banyak dari mereka telah mengembangkan karakteristik khusus untuk unggul dalam bayangan. Hewan nokturnal menjadi sangat unik karena cenderung beraktivitas di malam hari dibandingkan siang hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya untuk menghindari predator yang memaksa mereka dan untuk menemukan makanan yang enak agar tidak bergaul dengan hewan lain. Indonesia sendiri termasuk negara yang memiliki satwa unik dengan jenis ini. Mengutip ...