Langsung ke konten utama

Malamang, Sebuah Tradisi dan Keharusan


Potret hasil malamang (membuat lemang)
Sumber: Pexels.com

Masyarakat Minangkabau dikenal dengan budaya banyaknya tradisi atau kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa tradisi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau seperti,  tradisi mairiak  (pada waktu panen padi),  bararak  (pada waktu baralek/pesta),  balimau,  malamang,  babako  dan lain-lain.

Aneka tradisi di Minangkabau, mengandung nilai-nilai luhur yang tetap dijaga oleh masyarakat Minangkabau. Salah satu tradisi yang telah berlangsung sejak dulu adalah tradisi malamang  (membuat lemang). Malamang merupakan salah satu tradisi masyarakat Minangkabau yang tak lekang di makan zaman.

Lamang adalah bahasa Minang yang berarti  lemang  (makanan lemang). Lamang merupakan makanan tradisional Minangkabau yang dibuat dari beras ketan, santan, dan dimasukkan ke dalam bambu, di dalam bambu disisipkan daun pisang lalu di bakar di atas api.

Tujuan malamang bagi masyarakat Minangkabau adalah sebagai sarana berkumpul dan mempererat tali silaturahmi. Biasanya, lamang dibuat dalam jumlah banyak dan dilakukan bergotong royong dengan pembagian tugas pencari bambu sebagai tempat adonan, pencari kayu bakar untuk memanggang, penyisipan pada bahan-bahan untuk membuat lemang.

Di Pariaman, Sumatera Barat, Malamang sudah menjadi keharusan yang dilakukan saat menyambut hari-hari besar. Contohnya, hari besar keagamaan pada Maulid Nabi. Tradisi  malamang  sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan sampai sekarang masih dilakukan oleh kebanyakan orang Pariaman.

Tradisi  malamang  (membuat lemang), biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadhan, lebaran (Idul Fitri dan Idul Adha), peringatan Maulid Nabi, baralek (pesta pernikahan), dan hari kematian. Ini mencerminkan bahwa malamang tidak hanya sebagai kebiasaan atau tradisi pada waktu tertentu oleh masyarakat Minangkabau, melainkan juga sebagai nilai ekonomis untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di Minangkabau,  malamang  tentunya tidak bisa dilepaskan dari tradisi atau budaya, karena tradisi  malamang semakin  memperkuat ikatan kekerabatan, solidaritas, dan simbol antara orang-orang sekerabat yang berkaitan dengan  budaya rakyat  (budaya rakyat) Minangkabau.

Macam-macam lamang yang ada di Minangkabau diantaranya , lamang puluik ( lemang dari beras ketan),  lamang pisang  (lemang dari pisang),  lamang kuniang  (lemang dari tepung beras dan kunyit),  lamang ubi  (lemang dari ubi kayu yang dicampur dengan saka atau gula merah). Lamang (lemang)  akan semakin nikmat jika disantap hangat-hangat, daripada ketika sudah dingin. Lamang (lemang)  makin nikmat jika dihidangkan dengan tapai (ketan hitam).

Tradisi  malamang  sebagai budaya Minangkabau harus tetap dilestarikan. Hal ini, menjadi mandat pemerintah dan masyarakat Minangkabau yang perlu dilakukan secara intensif dengan tujuan memberdayagunakan pelestarian tradisi malamang dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, agar tidak hilang pada zaman makan.


Artikel ini telah diunggah di Klikwarta.com :

https://www.klikwarta.com/malamang-sebuah-tradisi-dan-keharusan

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Tradisi Bangkawan, Pembangunan 'Rumah Tengkorak' Suku Dayak di Tanah Borneo

Rumah Adat Dayak (Foto: Folksofdayak)   Indonesia  merupakan negara yang kaya akan budaya dan suku bangsa. Salah satu suku yang ada di Indonesia adalah Suku Dayak. Suku Dayak merupakan suku asli Kalimantan yang memiliki beragam tradisi dan adat yang mungkin terkesan menyeramkan. Suku Dayak dikenal memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah tradisi membangun rumah tengkorak yang disebut dengan Bangkawan. Dikutip  Okezone  dari berbagai sumber, Bangkawan merupakan sebuah tradisi Suku Dayak. Tradisi atau kebiasaan ini tentu memiliki makna tersendiri bagi suku Dayak. Meskipun tradisi atau kebiasaan ini terkesan mengerikan nyatanya tidak semua suku Dayak menjalaninya. Tradisi ini hanya dijalani oleh suku Dayak Dusun yang berada di Kalimantan Utara. Setiap desa yang ada di Kalimantan Utara ini memiliki rumah kecil dan dibangun sebagai rumah Bangkawan yang diisi oleh tengkorak dari penduduk setempat. Konon katanya, rumah yang terbuka pada bagian depannya...

5 Gunung Cantik Dekat Bogor yang Jadi Incaran Pendaki, Mana Favoritmu?

Gunung Gede Pangrango (Foto: cianjurkab.go.id) BOGOR , Jawa Barat merupakan destinasi wisata favorit masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Pemandangan alam yang indah dengan nuansa pegunungan yang asri dan sejuk jadi salah satu daya pikat wisatawan menjadikan Bogor sebagai lokasi melepas penat.   Kawasan Bogor punya beberapa gunung cantik dengan keindahan yang memesona. Gunung-gunung tersebut juga jadi incaran pendaki. Berikut 5 gunung dekat Bogor. 1. Gunung Pangrango Pangrango merupakan gunung api setinggi 3.019 Meter di Atas Permukaan Laut (MDPL), tapi belum pernah meletus, sehingga puncaknya yang mendaki masih terlihat mulus. Puncak Mandalawangi jadi spot incaran pendaki. Selain lembah, di sekitar Pangrango juga terdapat beberapa objek wisata terkenal, seperti Telaga Biru dan Canopy Trail. Pangrango bisa dibilang masih sepaket dengan Gunung Gede, karena memiliki jalur pendakian yang sama untuk menuju puncak, yang membedakan hanyalah belokan di pertigaan. 2.Gunung Ged...

7 Hewan di Indonesia Paling Suka Begadang, Nomor 2 Dikenal Sangat Licik

Rakun, salah satu hewan yang paling suka begadang dan dikenal licik (Foto: iLUXimage/Shutterstock)   Beberapa   jenis mamalia atau unggas terkadang melakukan aktivitas pada malam hari. Spesies ini disebut dengan hewan nokturnal. Hewan nokturnal adalah hewan yang pada dasarnya melakukan aktifitas di malam hari. Berwujud predator dan mangsa, hewan ini memiliki ciri khusus seperti jari-jari yang sangat gesit, mata yang refleksi, dan kemampuan terbang tanpa suara.  Makhluk-makhluk ini tumbuh subur di habitat malam mereka, dan banyak dari mereka telah mengembangkan karakteristik khusus untuk unggul dalam bayangan. Hewan nokturnal menjadi sangat unik karena cenderung beraktivitas di malam hari dibandingkan siang hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya untuk menghindari predator yang memaksa mereka dan untuk menemukan makanan yang enak agar tidak bergaul dengan hewan lain. Indonesia sendiri termasuk negara yang memiliki satwa unik dengan jenis ini. Mengutip ...