Rokok merupakan tembakau kering yang digulung dan mengandung berbagai zat kimia. M erokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik menggunakan rokok ataupun menggunakan pipa.
menyimpulkan menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Meskipun terbukti dapat menyebabkan munculnya berbagai kondisi patalogis (penyakit) secara sistematik maupun lokal, tetapi kebiasaan merokok ini sangat sulit dihilangkan.
Data dari Kemenkes RI menunjukkan, bahwa 80% dari total perokok aktif di Indonesia sudah mulai merokok sejak masih berusia 19 tahun. Kelompok usia dengan jumlah perokok terbanyak adalah 15-19 tahun, disusul oleh kelompok usia 10-14 tahun di urutan kedua.
Dampak rokok bagi anak-anak dan remaja nyatanya sangat serius, bahkan seperti yang dibungkus rokok, jika rokok dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus serius. perilaku merokok merupakan perilaku yang berbahaya bagi kesehatan, namun masih banyak orang yang melakukannya.
Apalagi kebanyakan orang mulai merokok saat mereka masih remaja. Kebiasaan merokok pada anak usia sekolah di Indonesia sering terlihat pada siswa SMP dan SMA. Karena pada usia ini, merupakan suatu masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja termasuk masa yang menentukan, karena pada masa ini anak-anak banyak mengalami perubahan pada aspek psikis dan fisiknya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan kebingungan dikalangan remaja, sehingga mereka mengalami gejolak emosi dan tekanan jiwa yang penuh sehingga mudah menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yang berlaku di kalangan masyarakat.
Alasan pertama kali merokok yang paling dominan adalah karena coba-coba, diikuti oleh pengaruh iklan TV. Selain itu, ingin terlihat gagah dan keren, bersahabat dengan pedagang, mempunyai orang tua pedagang.
berpendapat memiliki banyak efek negatif yang berbahaya bagi kesehatan dan kebiasaan merokok tidak hanya merugikan perokok itu sendiri, tetapi juga mengancam orang di sekitarnya. Kandungan rokok menyebabkan kerusakan dan berbagai macam penyakit di mulut seperti periodonitis (infeksi pada gusi), penyakit kerongkongan seperti faringitis (infeksi faring) dan laringitis (infeksi laring atau pita suara), penyakit di bronkus seperti bronkitis (infeksi bronkus), dan penyakit pada paru -paru-paru seperti kanker paru-paru.
Di dalam sebatang rokok terkandung 4.000 jenis kimia beracun yang berbahaya bagi tubuh, dimana 43 diantaranya bersifat karsinogenik (zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker), dengan komponen utama nikotin (zat berbahaya penyebab kecanduan), tar (bersifat karsinogenik), co (menurunkan kandungan oksigen ). dalam darah).
Ketika seseorang telah kecanduan rokok, nikotin yang terkandung dalam tembakau memicu otak untuk melepas zat yang memberi rasa nyaman (dopamin), sehingga menyebabkan rasa ketergantungan. Untuk mempertahankan rasa nyaman, timbul dorongan untuk merokok kembali. Inilah awal dari proses kecanduan pada rokok.
Untuk berhenti merokok di mulai dari mempunyai tekad untuk berhenti merokok, menjauhlah dari tempat orang yang merokok, usahakan agar selalu sibuk, olahraga teratur, makan teratur, dan bila ada keinginan untuk merokok, ganti dengan mengunyah permen karet.
Sebagai generasi muda, harus berpikir kritis dalam menyikapi segala hal yang terjadi. Harus tahu mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Memilah-milah sesuatu sudah menjadi kewajiban untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Hidup generasi muda bebas rokok!
Artikel ini telah diunggah di Klikwarta.com:
https://www.klikwarta.com/remaja-perokok-apakah-terlihat-keren

Komentar
Posting Komentar