Langsung ke konten utama

Remaja Perokok, Apakah Terihat Keren?


Sumber: Pexels.com

Saat ini, meski sudah mengetahui dampak dan bahaya dari rokok, nyatanya masih banyak sekali orang yang merokok dan menghiraukan berbagai macam resiko kesehatan, padahal sudah tertulis dengan jelas di setiap bungkus rokok.

Rokok merupakan tembakau kering yang digulung dan mengandung berbagai zat kimia. M erokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik menggunakan rokok ataupun menggunakan pipa.

menyimpulkan menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Meskipun terbukti dapat menyebabkan munculnya berbagai kondisi  patalogis  (penyakit) secara sistematik maupun lokal, tetapi kebiasaan merokok ini sangat sulit dihilangkan.

Data dari Kemenkes RI menunjukkan, bahwa 80% dari total perokok aktif di Indonesia sudah mulai merokok sejak masih berusia 19 tahun. Kelompok usia dengan jumlah perokok terbanyak adalah 15-19 tahun, disusul oleh kelompok usia 10-14 tahun di urutan kedua.

Dampak rokok bagi anak-anak dan remaja nyatanya sangat serius, bahkan seperti yang dibungkus rokok, jika rokok dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus serius. perilaku merokok merupakan perilaku yang berbahaya bagi kesehatan, namun masih banyak orang yang melakukannya.

Apalagi kebanyakan orang mulai merokok saat mereka masih remaja. Kebiasaan merokok pada anak usia sekolah di Indonesia sering terlihat pada siswa SMP dan SMA. Karena pada usia ini, merupakan suatu masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja termasuk masa yang menentukan, karena pada masa ini anak-anak banyak mengalami perubahan pada aspek psikis dan fisiknya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan kebingungan dikalangan remaja, sehingga mereka mengalami gejolak emosi dan tekanan jiwa yang penuh sehingga mudah menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yang berlaku di kalangan masyarakat.

Alasan pertama kali merokok yang paling dominan adalah karena coba-coba, diikuti oleh pengaruh iklan TV. Selain itu, ingin terlihat gagah dan keren, bersahabat dengan pedagang, mempunyai orang tua pedagang.

berpendapat memiliki banyak efek negatif yang berbahaya bagi kesehatan dan kebiasaan merokok tidak hanya merugikan perokok itu sendiri, tetapi juga mengancam orang di sekitarnya. Kandungan rokok menyebabkan kerusakan dan berbagai macam penyakit di mulut seperti  periodonitis  (infeksi pada gusi), penyakit kerongkongan seperti  faringitis  (infeksi faring) dan  laringitis  (infeksi laring atau pita suara), penyakit di bronkus seperti bronkitis (infeksi bronkus), dan penyakit pada paru -paru-paru seperti kanker paru-paru.

Di dalam sebatang rokok terkandung 4.000 jenis kimia beracun yang berbahaya bagi tubuh, dimana 43 diantaranya bersifat karsinogenik (zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker), dengan komponen utama nikotin (zat berbahaya penyebab kecanduan), tar (bersifat karsinogenik), co (menurunkan kandungan oksigen ). dalam darah).

Ketika seseorang telah kecanduan rokok, nikotin yang terkandung dalam tembakau memicu otak untuk melepas zat yang memberi rasa nyaman (dopamin), sehingga menyebabkan rasa ketergantungan. Untuk mempertahankan rasa nyaman, timbul dorongan untuk merokok kembali. Inilah awal dari proses kecanduan pada rokok.

Untuk berhenti merokok di mulai dari mempunyai tekad untuk berhenti merokok, menjauhlah dari tempat orang yang merokok, usahakan agar selalu sibuk, olahraga teratur, makan teratur, dan bila ada keinginan untuk merokok, ganti dengan mengunyah permen karet.

Sebagai generasi muda, harus berpikir kritis dalam menyikapi segala hal yang terjadi. Harus tahu mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Memilah-milah sesuatu sudah menjadi kewajiban untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Hidup generasi muda bebas rokok!


Artikel ini telah diunggah di Klikwarta.com:

https://www.klikwarta.com/remaja-perokok-apakah-terlihat-keren

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Tradisi Bangkawan, Pembangunan 'Rumah Tengkorak' Suku Dayak di Tanah Borneo

Rumah Adat Dayak (Foto: Folksofdayak)   Indonesia  merupakan negara yang kaya akan budaya dan suku bangsa. Salah satu suku yang ada di Indonesia adalah Suku Dayak. Suku Dayak merupakan suku asli Kalimantan yang memiliki beragam tradisi dan adat yang mungkin terkesan menyeramkan. Suku Dayak dikenal memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah tradisi membangun rumah tengkorak yang disebut dengan Bangkawan. Dikutip  Okezone  dari berbagai sumber, Bangkawan merupakan sebuah tradisi Suku Dayak. Tradisi atau kebiasaan ini tentu memiliki makna tersendiri bagi suku Dayak. Meskipun tradisi atau kebiasaan ini terkesan mengerikan nyatanya tidak semua suku Dayak menjalaninya. Tradisi ini hanya dijalani oleh suku Dayak Dusun yang berada di Kalimantan Utara. Setiap desa yang ada di Kalimantan Utara ini memiliki rumah kecil dan dibangun sebagai rumah Bangkawan yang diisi oleh tengkorak dari penduduk setempat. Konon katanya, rumah yang terbuka pada bagian depannya...

5 Gunung Cantik Dekat Bogor yang Jadi Incaran Pendaki, Mana Favoritmu?

Gunung Gede Pangrango (Foto: cianjurkab.go.id) BOGOR , Jawa Barat merupakan destinasi wisata favorit masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Pemandangan alam yang indah dengan nuansa pegunungan yang asri dan sejuk jadi salah satu daya pikat wisatawan menjadikan Bogor sebagai lokasi melepas penat.   Kawasan Bogor punya beberapa gunung cantik dengan keindahan yang memesona. Gunung-gunung tersebut juga jadi incaran pendaki. Berikut 5 gunung dekat Bogor. 1. Gunung Pangrango Pangrango merupakan gunung api setinggi 3.019 Meter di Atas Permukaan Laut (MDPL), tapi belum pernah meletus, sehingga puncaknya yang mendaki masih terlihat mulus. Puncak Mandalawangi jadi spot incaran pendaki. Selain lembah, di sekitar Pangrango juga terdapat beberapa objek wisata terkenal, seperti Telaga Biru dan Canopy Trail. Pangrango bisa dibilang masih sepaket dengan Gunung Gede, karena memiliki jalur pendakian yang sama untuk menuju puncak, yang membedakan hanyalah belokan di pertigaan. 2.Gunung Ged...

7 Hewan di Indonesia Paling Suka Begadang, Nomor 2 Dikenal Sangat Licik

Rakun, salah satu hewan yang paling suka begadang dan dikenal licik (Foto: iLUXimage/Shutterstock)   Beberapa   jenis mamalia atau unggas terkadang melakukan aktivitas pada malam hari. Spesies ini disebut dengan hewan nokturnal. Hewan nokturnal adalah hewan yang pada dasarnya melakukan aktifitas di malam hari. Berwujud predator dan mangsa, hewan ini memiliki ciri khusus seperti jari-jari yang sangat gesit, mata yang refleksi, dan kemampuan terbang tanpa suara.  Makhluk-makhluk ini tumbuh subur di habitat malam mereka, dan banyak dari mereka telah mengembangkan karakteristik khusus untuk unggul dalam bayangan. Hewan nokturnal menjadi sangat unik karena cenderung beraktivitas di malam hari dibandingkan siang hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya untuk menghindari predator yang memaksa mereka dan untuk menemukan makanan yang enak agar tidak bergaul dengan hewan lain. Indonesia sendiri termasuk negara yang memiliki satwa unik dengan jenis ini. Mengutip ...